Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) 2010 kini telah berlangsung. Setelah sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memukul gong menandai dibukanya secara resmi pelaksanaan KSN yang berlangsung di GOR Ken Arok Jl. Mayjen Sungkono Kota Malang Selasa (30/3).

Dengan diselenggarakannya KSN ini, diharapkan dunia persepakbolaan Indonesia kembali bangkit dan berjaya. “Dengan KSN ini saya meyakini sepak bola Nasional kembali berjaya dua tahun mendatang. Dua tahun mendatang sepakbola Indonesia akan menjadi macan di Asia Tenggara. Dan lima tahun kedepan, Indonesia akan menjadi macan di Asia” kata Presiden SBY.

Untuk itu, Presiden menyampaikan beberapa hal dan keinginan yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, sepakbola Indonesia bangkit dan jaya kembali di Asia dan Dunia. Kedua, Presiden ingin insan sepakbola Indonesia bersatu, jangan bertengkar, agar bisa benar-benar memajukan sepakbola di Indonesia. Ketiga, melakukan evaluasi. “Yang sudah baik teruskan, yang belum baik dikoreksi, perbaiki, dan sempurnakan,” ujar SBY.

Mengawali sambutannya, Presiden SBY memberikan tiga buah cerita yang kemudian meneguhkan keyakinannya soal perlunya KSN. Cerita pertama, pada tahun 2006, bermula dari percakapan Gubernur Aceh dengan Presiden FIFA Sepp Blatter dan Presiden AFC Mohhamed bin Humam saat berkunjung ke Aceh dalam rangka membantu masyarakat Aceh dan Nias yang terkena tsunami. “Kata Presiden FIFA, Indonesia punya talenta, punya kemampuan, punya riwayat, bahwa sepakbolanya pernah berjaya, ditambah penduduknya besar,” kata SBY.

Cerita kedua, saat menyerahkan trofi kepada Irak sebagai juara Piala Asia 2007 di Istora Senayan. Presiden SBY berkata dalam hati, memohon kepada Allah, suatu saat piala itu bisa diserahkan kepada tim sepakbola Indonesia.

Cerita ketiga adalah pengalaman SBY dalam perjalanan darat dari Surabaya menuju Malang, kemarin. SBY menyaksikan antusisme masyarakat dan suporter sepakbola yang menyambutnya walau dalam kondisi hujan. “Kalau begini semangat generasi muda kita, kalau begini semangat suporter kita, tidak lama lagi Indonesia akan kembali bangkit menjadi pemain yang handal di tingkat dunia. Keberadaan suporter merupakan modal besar bagi bangkitnya sepak bola” ujar Presiden SBY.