Berita itu dating dari negeri yang jauh di sana. Negeri dimana Islam pernah Berjaya, Ilmu-ilmu alam berkembang pesat. Negeri Andalusia, yang sekarang berganti nama menjadi Espana. Seorang Public Figure dalam dunia sepak bola mengajarkan kepada kita bagaimana caranya peduli pada sesame dan Dein Islam.

Begitu bangganya pria asal Mali ini sehingga pada pertandingan Coupe del Rey, kamis 8/1/09, saat tim yang dibelanya, Sevilla bertanding melawan Deportivo La Coruna, sesaat ia menyarangkan bola ke gawang La Coruna ia membuka kaosnya yang bertuliskan Palestine.

Sederhana memang, hanya saja itu berdampak luar bisa. Secara cerdas, Kanoute member dukungan bagi warga Palestina yang tengah di tindas bangsa Terlaknat bernama Israel. Kanoute cinta Palestina, sebagaimana kecintaannya pada Islam.

Kecintaannya pada Islam sudah tidak di ragukan lagi. Pada awal kariernya di Sevilla, Kanoute menutup logo sponsor di kaosnya karena sponsornya adalah perusahaan judi.

Lalu yang paling mengharukan adalah saat ia membeli sebuah Masjid di Sevilla. Masjid itu adalah Masjid terakhir yang berdiri di sana. Sungguh mulia akhlaknya, sehingga gaji setahunnya di Sevilla digunakan untuk membeliMasjid itu seharga $700.000. Subhanallah, sungguh mulia seorang pria Mali ini.

Kemudian, aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri. Bisakah aku seperti Kanoute? Yang rela memberikan gajinya selama setahun untuk kejayaan Islam di tanah Andalusia. Mungkin, gajiku selama setahun tak akan cukup untuk membeli sebuah Masjid. Tapi, kita belajar dari pendatang di tanah yang sudah hamper punah nilai-nilai keislaman, tanah Andalusia.

Ya Allah, mampukan hamba, jadikanlah Harta yang hamba miliki sebagai amal Saleh hamba pada-Mu.

Jangan jadikan hamba orang yang terlalu cinta pada Harta, Tahta dan Wanita yang akan membuat hati ini keras dan sulit mengingat-Mu